Ilmu Pengetahuan
![]()

![]()
SATELIT terbesar di dunia segera mengorbit bumi. Transfer data akan semakin mudah, cepat, dan dalam kapasitas besar. Bersiaplah menyambut era kantor virtual.
Baru-baru ini, Inmarsat, operator satelit komunikasi raksasa asal Inggris, mengumumkan bakal meluncurkan satelit terbesar di dunia. Tak pelak, inilah “cermin” pemantul gelombang radio buatan manusia paling elok yang pernah dibuat. Selain ukurannya cukup jumbo, sebesar bus, satelit itu juga memiliki kemampuan lima kali lipat dibanding para pendahulunya.
Menurut korporasi yang bermarkas di Kota London itu, Alphasat I-XL, demikian nama proyek bernilai 260 juta euro itu dinamai, yang memiliki bobot enam ton tersebut disiapkan untuk meningkatkan layanan high-bandwidth (kemampuan transfer data), misalnya untuk internet mobile, di kawasan Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Afrika.
Inmarsat sendiri merancang Alphasat I-XL untuk menopang operasi satelit besar lainnya, I-4, yang telah diluncurkan oleh perusahaan pemilik jaringan broadband internasional lainnya, Bgan. “Kami percaya bahwa satelit ini akan memiliki kemampuan memantulkan gelombang lebih baik dalam meningkatkan kapasitas di suatu area dan mendongkrak kecepatannya,” ujar juru bicara Inmarsat, Chris McLaughlin.
Dengan diluncurkannya satelit raksasa itu, maka orang bakal dengan mudah memiliki kantor virtual yang bisa dioperasikan di seluruh penjuru dunia, baik di darat maupun di tengah laut. Hal itu dimungkinkan karena pelanggan satelit tersebut akan mendapatkan koneksi yang cukup besar hanya dengan menggunakan terminal seukuran laptop. Tak heran pula jika pasar yang diincar oleh entitas bisnis itu adalah pengusaha di perusahaan yang bergerak di bidang maritim, petrokimia, para pekerja pertolongan pasca-bencana alam, dan jurnalis.
Misi untuk meluncurkan Alphasat I-XL sebenarnya kelanjutan dari sebuah program pengembangan teknologi antara Eropa dan Prancis (Esa dan Cnes). Alphabus, demikian program tersebut biasa dikenal, dirancang untuk menghasilkan satelit generasi baru yang memungkinkan kalangan industri Eropa bersaing di pasar global, khususnya dalam menghadapi produk yang dilansir oleh industri luar angkasa Amerika.
Dan kelak, Alphasat I-XL akan menjadi satelit pertama yang menggunakan sistem Alphabus. Teknologi satelit baru tersebut menggunakan prosesor sinyal digital terbaru yang diproduksi oleh EADS Astrium. Perusahaan pembuat satelit ternama itu juga merancang kerangka dan merakitnya dengan bekerja sama dengan gergasi lain, Thales Alenia Space. Sementara “otaknya” dibuatnya oleh Stevenage dan Portsmouth Center.
Satelit ini, kata Dave Robson, juru bicara Astrium, memiliki kapasitas komunikasi lima kali lipat dibandingkan satelit Inmarsat-4. “Dengan kelebihan itu, kami dapat memuat data elektronik dengan luar biasa besar,” sahutnya.
Alphasat I-XL memiliki sebuah antena reflektor sepanjang 12 meter yang mampu menghasilkan tenaga listrik 12 kW serta memiliki umur teknis 15 tahun. Satelit tersebut menggunakan mesin ion yang lebih efisien dibandingkan dengan mesin yang ada selama ini.
Karena ukurannya yang cukup besar, diperlukan roket yang cukup bertenaga untuk meluncurkannya. Lantas, pilihan dijatuhkan kepada Ariane 5 ECA milik lembaga penerbangan Eropa. Rencananya, angkutan luar angkasa super itu beserta muatannya akan siap diluncurkan pada 2013.
Sebenarnya, awal November lalu, Inggris juga telah meluncurkan salah satu satelit raksasa terbarunya yang ditujukan untuk kepentingan militer. Skynet 5B, demikian proyek itu dinamai, direncanakan bakal beroperasi hingga tahun 2020 serta mendukung operasi angkatan bersenjata negara kerajaan itu.
Dengan satelit baru tadi maka kapasitas pengiriman data antarmarkas komando militer dapat menjadi semakin besar dan cepat, atau dua kali dari kemampuan yang ada sebelumnya. Selain itu, Skynet 5B juga dilengkapi dengan kemampuan bela diri. Sebagai misal, tahan terhadap gangguan laser bertenaga tinggi dan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan senjata nuklir (gelombang biasanya membuat sistem elektronik langsung KO).
Jepang Tak Mau Ketinggalan
Tak hanya itu, antena khusus yang ada pada Skynet 5B juga mampu membuat sinyal komunikasi menjadi kacau dan tersumbat. Di saat yang sama, bisa membuat jalur khusus yang terbuka untuk digunakan oleh para petinggi militer. “Angkatan bersenjata akan mendapatkan teknologi yang lebih maju dan cepat,” kata Malcolm Peto, petinggi Paradigm Secure Communications, perusahaan swasta yang mengembangkan teknologi tersebut.
Jika menengok ke belakang, perlombaan meluncurkan satelit berukuran raksasa kian panas setelah mengorbitnya Inmarsat-4 F2 pada November 2005 yang melayani komunikasi negara-negara Benua Amerika dan Samudra Atlantik. Sebelumnya, pada bulan Maret, mengorbit pula satelit jumbo yang memiliki jangkauan seantero Eropa, Afrika, dan Samudra Pasifik.
Negara di kawasan Asia pun tak mau ketinggalan. Jepang, misalnya, juga telah berhasil meluncurkan satelit geostasioner terbesarnya berbobot 5,8 ton pada akhir tahun lalu. Kiku Number 8, nama proyek itu, digagas untuk memperkuat daya terima sinyal telepon seluler di sejumlah daerah terpencil. Namun, satelit itu belum dimanfaatkan untuk kepentingan komersial.
Benar, bahwa di kota-kota besar telah tersedia jaringan kabel untuk melayani komunikasi yang sangat baik. Tapi, di tempat-tempat terpencil atau buat mereka yang selalu berpindah lokasi, layanan satelit akan menjadi satu-satunya pilihan. Dan akhirnya, dengan satelit yang makin besar dan canggih, layanan TV, internet, radio digital, high-definition TV, serta telepon bergerak generasi baru bakal semakin mudah didapatkan, di mana pun dan kapan pun.
NEW YORK, KAMIS - Suhu rata-rata Danau Baikal, danau air tawar terbesar di Asia dan terdalam di dunia yang terletak di Siberia, Rusia mengalami kenaikan lebih cepat daripada kenaikan rata-rata suhu udara di dunia selama 60 tahun terakhir. Hal tersebut menyebabkan nasib hewan-hewan unik yang hidup di perairan tersebut dalam keadaan terancam punah.
Kenaikan suhu di danau tersebut mencapai 1,21 derajat Celcius sejak 1946 akibat perubahan iklim atau hampir tiga kali lebih cepat daripada kenaikan suhu udara global. Hal tersebut dikatakan Marianne More, seorang profesor di Wellesley College di Massachusetts, AS, salah satu penulis dari karya tulis ilmiah yang akan dipublikasikan dalam jurnal “Global Change Biology” edisi Mei 2008.
Danau yang mengalami perubahan temperatus secara cepat itu memiliki 20 persen ikan air tawar yang ada di dunia yaitu sekitar 2.500 spesies yang tak dapat ditemukan di tempat lain di dunia. Bahkan, di antaranya terdapat satu-satunya anjing laut air tawar.
Jika tren naiknya temperatur tak dapat dicegah, lapisan es dapat hilang seluruhnya dari permukaan danau tersebut. Moore mengatakan, anjing laut air tawar yang membesarkan anak-anak mereka di atas lapisan es dapat sangat menderita karena hal tersebut. Anak-anak anjing laut air tawar juga lebih rentan terhadap serangan predator jika tak ada lagi gua-gua es sebagai tempat terlindungi.
“Perubahan dari mata rantai bahan makanan juga telah berubah. Jumlah zooplankton multiseluler yang biasanya hidup di air yang jauh lebih hangat telah meningkat menjadi 335 persen sejak 1946, sementara jumlah chlorophyl telah meningkat 300 persen sejak tahun 1979,” kata Moore. Selain itu jumlah diatom yang hidup di es yang kemudian mati dan menjadi makanan bagi organisma kecil yang hidup di dasar danau juga makin berkurang.
“Berkurangnya lapisan es akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan dengan pemanasan global itu sendiri,” tandas Moore. Penemuan tersebut juga berarti hal yang lebih buruk dapat terjadi pada danau-danau yang lebih kecil lainnya. Selama ini, para ilmuwan berangapan volume air yang banyak di danau tak mudah terpengaruh dampak dari pemanasan global, namun kenyataanya sangat rentan.
| #2 | |||
| |||
| Dari 13 jenis kelomang darat yang dikenal saat ini, 8 di antaranya dapat ditemui di wilayah Kepulauan Nusantara: Kelomang ungu bersepit gemuk (Coenobita brevimanus), adalah jenis kelomang darat yang panjang karapasnya dapat mencapai ukuran sekitar 10 cm ( merupakan jenis kelomang darat terbesar kedua setelah ketam kelapa ). Walaupun di kalangan penggemar kelomang sering dijuluki “Indos†atau “Indonesianâ€, bukan berarti jenis kelomang ini hanya dapat ditemukan di Indonesia – daerah penyebarannya terbentang dari Pantai Timur Afrika hingga Kepulauan Pasifik Barat Daya, Kepulauan Micronesia, Philippina, Semenanjung Malaysia, Teluk Siam, Pulau Formosa/Taiwan, dan Kepulauan Ryukyu. Nama Latinnya mengandung arti “Si Lengan Pendek†(brevi = pendek; manus = tangan). Kelomang jenis ini mudah dikenali dari bentuk sepit kirinya yang gemuk/cembung dan bulat dibandingkan sepit kanannya. Warna tubuhnya bervariasi dari coklat kehijauan, merah jambu, nila, ungu kemerahan, hingga biru tua. Kadangkala ditemukan specimen yang memiliki sungut luar sangat panjang. Mata jenis kelomang ini berukuran kecil dan berbentuk silinder (gilig). Jenis kelomang ini kebanyakan menghuni daerah pantai yang kering, berhutan, atau berbatu karang. Jenis kelomang dewasa menyukai cangkang siput dengan ukuran aperture (mulut cangkang) sekitar 80mm atau lebih, seperti jenis bekicot (Achatina fulica, Achatina variegata), siput turnip (Rapana rapiformis), siput sawah/keong emas (Pila polita), siput batulaga, matabulan, matalembu, atau matadewa (Turbo argyrostomus, Turbo cornutus, Turbo marmoratus, Turbo petholatus, Turbo reevei, Turbo setosus), atau bahkan tempurung kelapa dan sisa-sisa sampah non-organik seperti kaleng minuman atau botol plastik/kaca. ![]() ![]() |
| #3 | |||
| |||
| Kelomang coklat (Coenobita cavipes). Warna jenis kelomang yang biasa ditemukan di daerah hutan di dekat pantai ini bervariasi dari hitam, belang coklat kekuningan, atau hitam. Anggota tubuhnya ( termasuk sepit kirinya cenderung ramping dan panjang ) dan tidak terlalu banyak memiliki setæ. Pangkal mata (eyestalk)-nya pipih, tetapi ujung matanya cenderung kecil dan bulat. Jenis C.cavipes lebih menyukai cangkang siput yang mempunyai spire memanjang, seperti bekicot, siput-siput hutan bakau. ![]() Kelomang Strawberry (Coenobita perlatus), adalah salah satu jenis kelomang darat yang paling eksotis. Kelomang dewasa dapat mencapai ukuran sebesar kepalan tangan manusia dan memiliki warna kulit ( mulai dari pangkal mata, sungut, kaki-kaki, dan karapasnya ) merah menyala, jingga, atau belang merah dan putih. Warna mata umumnya coklat bening, namun kadangkala ditemukan yang bermata hitam, hijau lumut, atau abu-abu. Selain itu, seluruh tubuh kelomang jenis ini juga dipenuhi setæ atau granule (pori-pori) yang berwarna putih ( inilah yang menjadi alasan mengapa ia disebut “strawberry”). Abdomen kelomang ini selalu berwarna putih bersih dan karapas di bagian punggungnya cenderung melebar. Kaki kiri ketiganya ( yang biasa disebut shield leg – berguna untuk menutup cangkang bersama sepit kiri ) agak gemuk, sementara sepit kirinya bulat dan pipih. Sayangnya, jenis kelomang strawberry sudah sangat sulit ditemui di Indonesia karena ia sangat rentan terhadap pencemaran. Nama Latin kelomang ini, “perlatus”, berarti “penyabar” – karena memang kelomang strawberry senantiasa cenderung bergerak lamban dan tidak mampu melawan jika diserang oleh species lain. Ada versi lain yang menyebutkan bahwa kata "perlatus" berarti "bertaburkan mutiara". Habitat jenis kelomang yang berwarna merah menyala tersebut terbentang dari Pantai Timur Afrika, pulau-pulau di Samudra Hindia, Kepulauan Pasifik Selatan dan sebagian Micronesia, hingga Pulau Paskah. Kawasan Great Barrier Reef merupakan habitat kelomang strawberry dan satwa tersebut menjadi salah satu biota laut yang dilindungi oleh pemerintah Australia. Jenis cangkang siput yang biasa dipilih oleh kelomang strawberry kurang lebih sama seperti yang biasa dikenakan oleh C.brevimanus. Juga dapat ditemui jenis kelomang strawberry yang albino ( berwarna putih, namun sangat jarang ) : ![]() ![]() ![]() Last edited by HappyCrabbie : 2nd February 2008 at 10:52. Reason: Picture substitution |
| #4 | |||
| |||
| Kelomang keriput (Coenobita rugosus), merupakan jenis kelomang yang paling mudah ditemui di pesisir pantai Indonesia dan merupakan salah satu jenis kelomang darat yang paling aktif. Jenis kelomang ini tidak terlalu besar ukurannya dan umumnya mempunyai warna kulit abu-abu, hitam, atau putih. Namun kadangkala ditemukan juga yang berwarna merah tua, merah jambu, biru, atau ungu muda. Ciri utama jenis kelomang ini adalah terdapatnya setæ (pori) yang merata pada hampir seluruh permukaan tubuhnya, serta sebuah parut atau pola mirip bekas jahitan ( //// )pada sisi luar sepit kirinya yang disebut stridulatory ridge. ![]() ![]() ![]() ![]() Last edited by HappyCrabbie : 2nd February 2008 at 10:49. |
| #5 | |||
| |||
| Kelomang ungu-jingga (Coenobita violascens), secara sepintas mirip jenis kelomang C.brevimanus (Indos), tetapi memiliki bentuk mata yang pipih dan besar, serta sepit kiri yang tidak terlalu cembung. Warnanya bervariasi mulai dari ungu muda, ungu kecoklatan, ungu kebiruan, dan terkadang memiliki bercak warna jingga/oranye di sepit dan kakinya. Ada juga yang menjulukinya "Komurasaki" ("Ko"=merah; "murasaki"=ungu), sebab ketika masih muda ( berumur antara 1-5 tahun, warna tubuhnya merah menyala atau oranye, namun seiring dengan bertambahnya usia, warna tubuh berubah menjadi ungu kecoklatan atau ungu kebiruan. ![]() ![]() ![]() ![]() Last edited by HappyCrabbie : 2nd February 2008 at 10:53. |
| #6 | |||
| |||
| Kelomang biru / Ryukyuan Blueberry (Coenobita purpureus), semula disangka hanya hidup di Kep.Ryukyu (Prefektur Okinawa), namun sejak tahun 2007 saya berhasil mengidentifikasi bahwa species ini juga terdapat di Indonesia ( walaupun mereka minoritas ). Kelomang ini merupakan salah satu kelomang darat yang paling eksotis selain kelomang strawberry. Warna sisi luar keempat kaki dan kedua sepitnya bervariasi mulai dari abu-abu kebiruan, biru muda, biru tua, hingga merah anggur (burgundy), dengan sedikit bercak coklat, kuning, atau jingga. Sisi dalam kaki dan sepitnya, serta bagian abdomen kelomang ini umumnya berwarna putih bersih. Struktur tubuh jenis kelomang ini sangat mirip dengan C.compressus atau C.rugosus, dengan mata yang pipih dan besar, serta warna jingga/kuning pada pangkal kedua matanya. ![]() ![]() ![]() Last edited by HappyCrabbie : 2nd February 2008 at 10:46. Reason: Picture deletion |
| #7 | |||
| |||
| Kelomang duri (Coenobita spinosus), merupakan salah satu jenis kelomang darat yang dapat ditemui di sebagian wilayah Oceania ( termasuk Papua dan Kepulauan Maluku ). Karakteristik tubuh jenis kelomang ini merupakan perpaduan antara C.brevimanus (Indos) dan C.perlatus (Strawberry): anggota badannya besar dan kekar, bentuk mata pipih, serta memiliki karapas yang melebar. Kelomang ini mudah dikenali karena memiliki bulu-bulu kasar di seluruh kakinya ( sehingga terlihat mirip duri dan penampilannya menyerupai laba-laba tarantula ), sementara warna kulitnya bervariasi dari hitam hingga ungu tua. Julukan bagi kelomang ini di kalangan penggemarnya adalah “spinner†atau “spiny forest land hermit crabâ€. ![]() Ketam kenari / coconut crab (Birgus latro), merupakan hewan arthropoda terbesar di dunia. Mulai terancam kepunahan di berbagai tempat dan seharusnya tidak boleh disantap - walaupun dagingnya sangat lezat. ![]() |